Virus Zika

virus zika

Virus Zika pertama kali ditemukan pada seekor monyet resus di Hutan Zika, Uganda, pada tahun 1974. Kemudian, Virus Zika kembali ditemukan pada nyamuk spesies Aedes africanus di hutan yang sama pada tahun 1948. Pada 1952, ditemukan manusia pertama lyang terinfeksi Virus Zika di Uganda dan Republik Tanzania.

Penyebab Virus Zika

Penyebab penyakit Zika atau demam Zika adalah Virus Zika. Virus Zika termasuk ke dalam kelompok virus flavivirus yang masih berasal dari keluarggga yang sama dengan virus penyebab demam berdarah.

Nyamuk Aedes aegypti sangat aktif pada siang hari dan hidup serta berkembang biak didalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Selain melalui gigitan nyamuk, Virus Zika juga dapat ditularkan dari ibu ke janin didalam kandungannya. Infeksi Virus Zika saat kehamilan dikaitkan dengan resiko keguguran dan mikrosefali. Yaitu kelainan yang membuat otak tidak berkembang secara sempurna dan yang berpotensi fatal. Untuk penularan Virus Zika melalui proses menyusui belum pernah ditemukan, sehingga dokter tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui buah hati nya. Walaupun terjangkit Virus Zika.

Selain itu, Virus Zika juga dapat menular melalui tranfusi darah dan hubungan seksual. Namun, kasus seperti ini jarang ditemui.

Gejala Virus Zika

Virus Zika seringkali tidak menunjukan gejala atau tanda-tanda terlebih dahulu, sehingga si penderita tidak mengetahui bahwa terjangkit Virus Zika. Namun jika muncul gejala, biasanya bersifat ringan dan baru muncul 3-12 hari setelah tergigit. Gejala – gejala yang umumnya muncul, diantara nya adalah:

  1. Tubuh terasa lemah dan lelah
  2. Demam
  3. Sakit kepala
  4. Ruam
  5. Nyeri otot
  6. Nyeri sendi
  7. Konjungtivitis atau peradangan kelopak mata

Pengobatan Virus Zika

Tidak ada obat untuk mengobati Virus Zika. Pengobatan Virus Zika difokuskan kepada upaya untuk mengurangi gejala yang dialami pasien. Penanganan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi
  3. Konsumsi obat-obatan, seperti paracetamol, untuk meredakan demam dan sakit kepala.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat Virus Zika diantara nya:

  1. Cacat pada bayi. Wanita hamil yang terinfeksi virus Zika berisiko tinggi menularkan Virus Zika ke janin yang sedang dikandungnya. Jika ini terjadi, maka akan berdampak pada perkembangan dan kondisi si bayi. Beberapa kondisi cacat pada bayi akibat terjangkit Virus Zika meliputi :
  2. Mikrosefali, yaitu kondisi cacat yang terjadi pada bayi dimana ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal. Bayi dengan mikrosefali cenderung memiliki otak yang lebih kecil karena perkembangannya terhambat sejak didalam kandungan.
  3. Kumpulan gejala kongenital Zika. Kondisi cacat lahir

Pencegahan Virus Zika

Salah satu langkah awal pencegahan infeksi Virus Zika adalah menghindari gigitan nyamuk. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk, diantar nya:

  1. Pakailah baju berlengan panjang dan celana panjang, serta kaus kaki
  2. Gunakan losion antinyamuk
  3. Jika memungkinkan, gunakan pendingin ruangan karena nyamuk tidak menyukai tempat dingin
  4. Jika tidak memungkinkan menggunakan pendingin ruangan, maka gunakan kawat nyamuk pada jendela atau pintu rumah dan bisa juga menggunakan kelambu ketika tidur.
  5. Bersihkan tempat penampungan air setiap satu minggu sekali dan tutuplah untuk mencegah nyamuk bertelur didalamnya.
  6. Buanglah benda bekas yang memungkinkan air tergenang, sehingga nyamuk tidak menggunakan tempat tersebut sebagai tempat untuk berkembang biak.
  7. Sebarkan bubuk larvasida di tempat penampungan air untuk membunuh larva nyamuk.

Jika mengalami geja-gejala Virus Zika seperti diatas, segera periksakan kedokter.