Demam Berdarah

deman berdarah

Demam dengue atau yang biasa dikenal secara umum oleh masyarakat indonesia adalah demam berdarah merupakan penyakit yang dapat suhu tubuh si penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan tulang. Serta nyeri pada bagian belakang mata.

Penyebab demam berdarah atau dengue

Penyakit demam dengue atau demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedess albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut. Maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, misalnya di kota-kota besar beriklim lembab dan hangat.

Diagnosis dan Pengobatan Demam Dengue atau Demam Berdarah

Jika mengalami gejala seperti flu (misalnya sakit kepala dan demam tinggi) selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri segera kedokter. Terlebih lagi jika gejala tersebut dirasakan setelah berkunjung ke daerah yang sedang dilanda wabah demam dengue atau demam berdarah.

Demam dengue atau demam berdarah bisa ditangani dengan minum banyak cairan, beristirahat, serta mengkonsumsi parasetamol dan acetaminophen. Jika langkah pengobatan ini diterapkan, biasanya gejala demam dengue mulai menunjukan tanda-tanda pulih dalam waktu 2-5hari.

Tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri jenis ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium jika penderita demam dengue atau demam berdarah dikhawatirkan dapat meningkatkan resiko terjadinya pendarahan internal.

Pencegahan Demam Dengue

Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah yang bisa diterapkan, diantaranya ialah:

  1. Mensterilkan bagian dalam rumah dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkanmedia-media kecil penampung air lainnya yang ada dirumah.
  4. Memasang kawat antinyamuk diseluruh ventilasi rumah.
  5. Memakai losion anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethymetatolumide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia dibawah dua tahun.
  6. Mengankan pakaian yang longgar yang bisa menlindungi diri dari gigitan nyamuk.
  7. Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan.
  8. Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Meski hanya terjadi pada segelintir kasus, demam dengue bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, yaitu dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome yang dapat menyebabkan kematian akibat pendarahan hebat.

Kedua komplikasi tersebut berisiko tinggi dialami oleh orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi dengue yag dia derita, atau oleh orang yang sebelumnya pernah terkena demam berdarah lalu kondisi ini kembali.

Menurut data yang dihimpun oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi 112.511 kasus demam dengue di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut tercatat ada 871 penderita demam berdarah yang meninggal dunia.

Pada tahun 2014, kasus demam dengue atau demam berdarah di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan Desember 2004, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang diantaranya meningal dunia.

Data diatas menempatkan Indonesia sebagai negara nomor satu di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demam dengue atau yang biasa disebut dengan demam berdarah. Sedangkan di dunia, Indonesia nomor 2 setelah Brazil. Untuk itu segera bawa kerumah sakit apabila disekitar kita ada penderita demam dengue yang gejalanya mengarah pada demam berdarah.