Batuk Pada Bayi Satu Bulan

batuk bayi

Biasanya, batuk pada bayi akan mereda dengan sendirinya setelah dua minggu, namun bukan berarti bunda bisa menganggap remeh. Orang tua perlu mengetahui lebih lanjut mengenai jeni-jenis batuk pada bayi satu bulan dan tanda-tanda bila telah terjadi perkembangan suatu penyakit atau bahkan kompikasi.

Mengenali Jenis Batuk

Sebagaimana orang dewasa, bayi satu bulan dapat mengalami batuk kering atau pun batuk berdahak.

Batuk kering merupakan upaya menghilangkan gangguan yang terjadi karena rasa gatal atau iritasi pada tenggorokan. Ini terjadi karena adanya pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernafasan. Batuk kering disertai dengan pilek biasanya menjadi gejala dari flu yang disebabkan oleh virus, atau karena alergi. Bayi satu bulan memiliki kemungkinan mengalami pilek hingga delapan kali pada tahun pertama hidupnya. Namun bunda jangan khawatir, karena frekuensi ini dapat berkurang seiring kekebalan tubuh si kecil yang meningkat.

Batuk pada bayi juga bisa diikuti dengan gejala-gejala lain, seperti demam, hidung tersumbat, radang tenggorokan, mata merah, tidak nafsu makan. Dan rewel. Selain itu, bisa muncul bengkak pada kelenjar getah bening di bagin bawah lengan, leher, atau dibagian belakang kepala.

Cara Sederhana Untuk Meringankan Batuk

Kini makin banyak ragam obat batuk dan flu dijual bebas. Tapi waspadalah, jangan sembarangan memberikan obat batuk dan flu untuk bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter dan membaca degan seksama informasi yang tertera di kemasannya.

Mengingat adanya resiko efek samping, bayi hingga anak berusia dibawah enam tahun, tidak disarankan diberi obat batuk atau flu tanpa resep dokter. Untuk mengantisipasi, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan dirumah guna meringankan batuk pada bayi satu bulan atau lebih Diantara nya:

  • Berikan lebih banyak ASI guna membantu tubuh melawan infeksi.
  • Perbanyak waktu istirahat dan tidur.
  • Jika bayi mengalami demam, berikan obat pereda demam khusus bayi dengan dosis yang tepat setelah bertanya pada dokter.
  • Sebagaimana penanganan batu pada anak, bayi juga dapat memanfaatkan uap panas dalam ruangan untuk membantu melegakan saluran pernafasannya. Pastikan bunda menjaga bayi saat menghirup uap agar tidak terluka.

Mengenali Tanda-tanda Bahaya

Meski merupakan reaksi alami tubuh, ada beberapa batuk pada bayi yang harus diwaspadai. Segera bawa bayi ke dokter jika batuk yang terjadi diiringi oleh gejala berikut :

  • Bayi menolak menyusu sehingga mengalami dehidrasi. Bunda dapat melihat tanda adanya dehidrasi dengan mengecek popoknya. Pada kondisi normal, bayi seharusnya buang air kecil tiap enam jam.
  • Mengalami demam tinggi dan berlangsung lebih dari tiga hari, pada bayi yang berusia dibawah tiga bulan. Bagi bayi diatas usia tersebut, waspadai jika demam mencapai 399 derajat celcius atau lebih.
  • Batuk hingga menyebabkan muntah.
  • Sesak nafas, perhatikan juga jika bayi bunda membuat suara tertentu ketika menarik nafas atau mengeluarkan suara yang keras ketika tidur.
  • Bayi tampak pucat atau kebiruan.
  • Dahaknya tampak berwarna kuning, hijau, atau kecoklatan.

 

Selain itu, ada pula kondisi batuk yang berbahaya dan dapat mudah menyebar, yaitu batuk rejan dan difteri. Anak usia dibawah lima tahun, termasuk bayi memiliki resiko tinggi untuk terkena difteri.

Batuk pada bayi satu bulan dianggap sebagai upaya tubuh dalam mengeluarkan lendir atau benda asing dari saluran pernafasan. Meski sering kali bukan pertanda buruk, orang tua harus tetap harus cermat jika bayi mengalami batuk. Apabila timbul gejala-gejala lain yang mungkin membahayakan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.