Balita Susah Makan

balita susah makan

Umumnya , Balita susah makan dimulai setelah mereka menginjak usia satu tahun. pada saat itu, pertumbuhan balita melambat jika dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini juga menurunkan selera makannya. Sehingga sering kali yang tampak adalah anak makan lebih sedikit.

Mengenali Permasalahan Kesulitan Makan

Saat si kecil menolak untuk makan dan disikapi secara keliru oleh tua, hal tersebut dapat memicu suasana yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan bagi kedua nya. Itu sebabnya, niat orang tua dalam memberikan nutrisi terbaik harus diiringi dengan ketelitian melihat kondisi si kecil. Balita susah makan bisa saja rewel atau bersikap lebih menyebalkan dibanding biasanya.

Berikut ini bunda, beberapa contoh permasalahan yang kerap timbul, berkaitan dengan perilaku balita susah makan, sebagai berikut :

  1. Menolak Makan

Bagi si kecil, makan adalah keterampilan yang baru dikuasainya. Memilih apa yang ingin ia masukkan ke dalam mulut menjadi hal yang sagat penting. Tidak heran jika sebagian anak bisa menghabiskan makanan yang disediakan oleh bunda pada hari pertama, tapi menolak pada keesokan harinya. Ketika pikirannya berubah, maka demikian juga selera makannya.

Saran: si kecil biasanya memakan apa yang dibutuhkan. Ketika selama satu hari, si kecil benar-benar menolak makan, jangan hilang kesabaran ya bunda. Dibandingkan memusingkan diri dengan asupan kalori yang kurang selama hari itu, sebaiknya bunda menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya. Kerap kali para orang tua merasa terkejut bahwa asupan makanan si kecil sebenarnya sudah terpenuhi.

  1. Hanya Memilih Makan Tertentu

Bagi si kecil berusia dibawah tiga tahun, mengkonsumsi makanan padat adalah hal yang baru baginya. Diperlukan watu agar mereka terbiasa dengan beragam warna, rasa, dan terkstur. Saat ini, si kecil juga belajar untuk mandiri dan memutuskan pilihan sendiri, termasuk makan makanan apa saja yang masuk kedalam mulutnya.

Saran: Perkenalkan makanan yang baru secara perlahan pada anak susah makan. Setelah di sjikan beberapa kali si kecil biasanya tertarik untuk mengkonsumsinya. Sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang kerap kali ditolak si kecil. Sajikan satu jenis sayuran saja, agar si kecil tidak kebingungan. Upayakan watu makan tida berdekatan dengan waktu tidur, karena rasa lelah juga da[at mempengaruhi si kecil enggan mencoba makanan yang baru.

  1. Hanya Mau Makanan Cepat Saji

Makanan siap saji yang digemari si kecil biasanya yang mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Seperti, permen, kentang goreng, atau minuman bersoda.

Saran: Jangan menyimpan makanan cepat saji dirumah ya bunda. Sediakan makanan yang lebih sehat yang dapat lebih mudah diraihnya. Sajikan pula buah melon dengan campuran yogurt atau jus buah yang dihiasi stroberi atau irisan pisang diatasnya. Pisang atau ubi yang dikukus juga bisa menadi alternatif pengganti kentang goreng.

  1. Menolak Makan Setelah Kemarin Banyak Makan

Hal ini sangat umum pada si kecil usia 12 bulan hingga tiga tahun. menurut ahli nutrisi, orang tua tidak perlu membesar-besarkan hal ini. Si kecil mampu mengenali rasa lapar, terkadang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Ada kalanya selera makan si kecil tampak besar, kemudian terjadi sebaliknya di keesokan hari. Hal ini sagat wajar terjadi.

Saran: Para orang tua sebaiknya menghindari memaksa balita susah makan pada saat ini. Tentukan batas waktu makan untuk anak bunda mengkonsumsi makanan yang telah disediakan. Minta si kecil untuk makan tidak melebihi batas watu yang telah bunda tentukan. Selain itu, batasi mengkonsumsi jus dan susu. Terlalu banyak asupan kedia minuman tersebut, dapat membuat nafsu makannya menurun.

  1. Makan Satu Jenis Makanan Saja

Bukan sesuatu yang aneh jika tiba-tiba balita susah makan selama beberapa hari hingga hitungan minggu atau hanya mau  makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah si kecil tertarik dengan makanan yang rasanya sudah  ia kenali. Hanya saja, pola makan seperti itu sering kali membuat para orang tua kebingungan.

  1. Menolak Makanan Atau Minuman Favorit Secara Tiba-tiba

Bisa saja sayuran  menjadi salah satu jenis makanan yang lahap dimakan oleh si kecil, namun pada suatu hari ia tiba-tiba menolaknya. Atau  mungkin si kecil tiba-tiba tidak lagi mau minum susu yang biasa dikonsumsi setiap hari nya.

untuk memastikan kecukupan gizi si kecil, orang tua dapat membuat catatan. Tulis seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil selama seminggu. Periksa apakah si kecil telah menerima asupan dari empat kelompok gizi utama yaitu karbohidrat, protein, produk olahan susu, buah dan sayuran. Jika si kecil masih mengkonsumsi makanan dari tiap kelompok gizi tersebut, maka bunda tidak perlu merasa khawatir.