Muntah Pada Bayi

muntah bayi

Tahukah Bunda, Muntahpada bayi  merupakan terjadinya pengeluaran kembali sebagian atau seluruh isi lambung nya, yang terjadi setelah makan agak lama masuk kedalam lambung. Muntah pada bayi dan balita sering dan dapat bersifat berbahaya maupun tida berbahaya. Muntah pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor lho Bunda, Berikut penjelasaanya :

  • Infeksi Saluran Pencernaan: Dapat disebabkan oleh bakteri, Virus dan parasit. Selain muntah infeksi pada saluran pencernaan ini juga mengakibatkan diare pada si kecil. Infeksi saluran pencernaan merupakan penyebab muntah yang sering terjadi pada anak. Pada kasus Infeksi saluran pencernaan, muntah-muntah pada si kecil akan berlangsung selama beberapa hari.
  • Keracunan Makanan: Jika anak anda menelan sesuatu yang bersifat racun, atau makanan-makanan buruk yang sudah buruk kualitasnya, maka tidak menutup kemungkinan terjadi keracunan makanan yang dapat menyebabkan demam serta muntah pada si kecil.
  • Alergi Makanan: Setelah sesaat mengkonsumsi makanan yang menimbulkan alergi, si kecil dapat mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga sakit dibagian perut.
  • Infeksi dan Penyakit Lain: Ada nya infeksi dibagian lain seperti infeksi telinga dan infeksi saluran kemih, terjangkit flu, hingga pneumonia dan meningitis juga dapat memicu terjadi nya muntah pada si kecil.
  • Kecemasan Tersendiri dan Stress: Muntah tidak hanya dapat dipicu oleh faktor fisik saja, melainkan juga faktor psikologis. Kecemasan yang berlebihan misalnya pada anak Bunda menghadapi pertama kali sekolah, atau ketakutan berlebihan pada sesuatu juga dapat memicu muntah pada si kecil.

Muntah dapat dibedakan dari regurgutasi, atau yang biasa dikenal dengan gumoh pada anak. Dan sering kali terjadi pada anak di usia 4-6bulan karena kerja sistem pencernaan yang belum sempurna. Regurgitasi merupakan keadaan dimana anak akan mengeluarkan kembali sedikit makanan atau susu yang baru saja diminumnya. Regurgitasi bersifat pasif artinya tidak membutuhkan usaha dan paksaan dari anak. Ini berbeda dengan muntah yang terjadi secara aktif yang terjadi paksaan untuk mengosongkan isi lambung.

Regurfutasi bisa terjadi kepada si kecil karena si kecil kekenyangan, posisi si kecil yang kurang tepat saat menyusui, udara yang ikut masuk pada saat menyusui, serta saat terburu-buru pada saat minum susu. Namun jika regurgutasi terjadi lebih dari empat kali sehari dan tidak hanya sesaat setelah makan juga tetapi juga pada saat si kecil tidur. Maka hal tersebut perlu Bunda perhatikan.

Muntah Yang Normal Pada Bayi

Meski menimbulkan kepanikan saat si muntah, sebenarnya penyebab sebagian besar muntah pada si kecil cenderung tidak berbahaya. Misalnya bayi yang baru lahir akan sering muntah dan minggu-minggu pertama karena si kecil masih membiasakan diri dengan makanan yang masuk. Menangis dan batuk yang berlebihan juga dapat memicu refleks muntah karena terlalu kenyang.

Muntah Yang Harus Di Waspadai Pada Bayi

Meski kebanyakan muntah pada bayi adalah normal, Anda tetap harus waspada dan memperhatikan setiap bayi muntah, karena jika diiringi dengan beberapa gejala berikut ini, artinya ada masalah lain yang harus Bunda diwaspadi:

  • Anak lemas dan tidak responsif
  • Kulit menjadi pucat dan dingin
  • Anak kehilangan nafsu makan dan menolak makanan
  • Timbul gejala dehidrasi seperti mulut kering, menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata, dan buang air kecil tida sesering biasanya.
  • Muntah lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam atau berlangsung selama lebih dari tiga hari dan disertai demam.
  • Muntah dan diare secara bersamaan.
  • Sakit pada perut yang tidak tertahankan serta muncul kebengkakan pada bagian perut si kecil.
  • Ada substansi darah atau cairan empedu pada muntahannya.
  • Nafas menjadi pendek-pendek.

Jika keadaan seperti diatas, Bunda harus segera memerikasakan si kecil ke Dokter.